Rabu, 30 November 2016

I LOVE U


Dear bunda Nia
            Salam kenal, Aku Mika, perempuan setengah baya, yang lagi gandrung ama sosmed. Status menikah dengan 2 orang anak. Kata orang usiaku lagi memasuki puber kedua.
Sebagai ibu rumah tangga kebiasaaan Bangun pagi, untuk sibuk beres-beres rumah, bangunin si anak-anak untuk persiapan berangkat sekolah, bikin sarapan dan menyuapi mereka satu persatu…
Suamiku tercinta, masih sibuk dengan game dan sosmednya sambil tiduran di sofa menunggu anak-anak siap untuk diantar ke sekolah, sekalian dia pergi kekantor. Begitulah aktivitasku setiap hari. Setelah meraka semua berangkat aku sibuk dengan hobbyku nonton televisi sambil praktek in resep-resep kue yang aku dapat dari teman.
Kadang perasaan jenuh sempat hadir juga, ketika anak-anak pada kesekolah dan suami bekerja. Rumah sepi banget karena tinggal aku sendirian, mau main ketetangga juga pada kerja, maklum aku hidup diperumahan pinggiran kota yang tetangga kanan kiri uda mulai lebih asik dengan duniannya masing-masing ketimbang main ketetangga.
Disatu siang, perasaan galau ini uda tingkat dewa alias uda diubun2 rasanya
Suami uda seminggu keluar kota, otomatis aku juga tidak disapanya selama dia pergi,….maklum dia orangnya pendiam dan tidak romantic sama sekali….
Padahal sebagi istri pingin juga tuch, diperlakukan sedikit romantic,
Pingin juga ditelpon dan disebrang sana suara suamiku terucap kata I MISS U
Pingin juga setiap pagi sebelum dia berangkat kantor dan pulang kantor, dia sempatkan menciumku
Pingin juga setiap mau berangkat tidur dia memelukku dan bukan hanya saat pingin ML aja dia, membelaiku
Mungkin aku, bisa dibilang jablay ya…………….
Habis suamiku hemat banget bicaranya, dia ngobrol klo menurut dia ada hal yang penting untuk dibahas, atau sekedar say hello ketika dia memberikan uang belanja bulanan, dan itu uda berlangsung sejak 11 tahun yang lalu dan makin kesini, makin parah.
Sedangkan aku perempuan pendiam, yang juga takut untuk memulai pembicaraan, aku malu untuk meminta atau mengatakan keinginanku. Jadi klop sudah dech, kami hidup dalam kelengangan dan hanya dihidupkan oleh riuhnya suara anak-anak yang sesekali mengusik kami.
Eh, ngelantur dech ceritanya…….
Siang itu ditengah kegalauanku, aku menyalahkan lapi suamiku yang ada diruang kerjanya. Niatnya mau googling resep masakan atau handcraft yang bisa aku praktek in diwaktu senggang
Setengah jam telah berlalu……aku ditenggelamkan dengan asiknya googling resep2 kue, tiba2 ada pesan YM yang masuk ……..
Automatis aku juga pingin baca…..
“ hai !”
“Yank, lama nich ndak chat. Uda seminggu kita ndak bertemu. Kangen juga dech!”
“Emang kamu ndak kangen ya? Kapan kamu balik dari Jakarta ?”
Tulisan itu muncul secara beruntun, tanpa memberi kesempatan aku untuk berfikir siapa orang disebrang sana yang kirim message ke suamiku….. aku tertegun sesaat. Tanpa terasa air mata mengalir membasahi pipiku.
Aku tak mampu membendung kekecewaan dan perasaan dikhianati yang begitu saja menyeruak dilubuk hatiku…..
Rasanya nyilu  tiba-tiba hadir menusuk diuluh hatiku
Apakah semua perempuan akan merasakan hal yang sama? Ketika mengetahui yang tercinta bermain api dibelakang mereka
Rasa nyilu itu tak tertahankan, aku berlari menuju kekotak obat
Kubuka kotak putih itu, dengan perasaan gusar dan marah
Bukan malah ketemu, malah aku berhasil menjatuhkan semua isi kotak obat
“pyar” botol minyak kayu putih terjatuh dan pecah, disusul beberapa obat lain yang berjatuhan
Aku tertegun dan tersungkur sambil menangis sejadi-jadinya, tidak ada malu karena memang aku sendirian dirumah
Setengah jam telah lewat, aku teringat kalau aku telah meninggalkan lapi dalam keadaan hidup dan YM yang aktif.
Messange dilayar itu terus aja melontarkan rayuan-rayuan dan kemanjaan seorang yang lagi kasmaran.
Dan baru berhenti ketika aku ketikan kata “Anda Siapa?”
“Aku Mika” istri mas gatot yang punya YM ini
Dan selanjutnya,… tidak ada satupun kata yang muncul di layar message itu
Sejak hari itu, uluh hatiku berasa nyilu….dan seakan tak terobati
Kata-kata yang ingin aku lontarkan seperti tercekik ditenggorokanku
Tangisku membantu sedikit meluruhkan beban ini, ……………….namun masih sakit bingit ya

Hari itu senin 3 Januari 2014,
“kring…kring…kring” bunyi telepon bordering berulang kali mengusik lamunanku
Sudah dua hari aku tidak bisa tidur, mataku merah dan badanku sedikit lemah, kantung mataku tergambar jelas dimukakku
Ketika aku angkat telepon, sebuah suara aku dengar dari seberang sana. “Mika tolong aku dijemput dibandara” aku tunggu….dan selanjutnya bunyi tut tut tut tut, menandakan telepon disebrang telah ditutup
Aku raih kunci mobil dan menitipkan anak-anak pada pembantuku….., dan aku bilang, tolong bobokin anak2 dan jangan menunggu aku pulang.
Aku sama sekali tidak peduli dengan penampilanku hari itu, dan hanya satu yang ada dipikiranku, bahwa aku harus bertemu dan bicara denga suamiku
Sekarang orang yang aku tunggu sudah disampingku…. Dan aku mencoba membuka percakapan
“Pa !” kita mampir makan diluar ya, aku tadi belum sempat makan
“Ok” jalan aja, kamu pilih aja tempatnya dimana! Aq sudah makan tadi dibandara
Tiba diresto yang aku tuju, aq langsung cari tempat yang sepi dan jauh dari pelanggan lain, suamiku ngikut aja tanpa komentar apapun. Mungkin dia lelah dan malas bicara
Menu makanan sudah aku pesan.
Sambil sesekali menyeruput minumannya, suamiku tetap asik dengan gadgetnya……
Aku beranikan untuk membuka pembicaraan….
“Pa!” aku mau bicara…..
Dia terkesiap dan menatapku “ memang ada apa? (mungkin dia kaget, karena tidak biasanya aku melakukan itu) mukanya yang dingin tiba-tiba tampak serius menatapku
“Tiga hari lalu aku secara tidak sengaja membaca YM mu. (nadaku aku buat datar, agar aku tidak emosi dan kelihatan lemah dihadapannya)
“Perempuan di YM itu merindukanmu dan menunggu kedatanganmu” (sambil aku tunjukkan print screen dari pesan di YM)
“Sekarang aku Tanya, apa maumu Pa?” (kata-kata makian yang sudah aku siapkan seakan tercekik dileherku dan tidak bisa keluar)
Suamiku tertegun dan diam, beberapa saat dia menghela nafas panjang, (mungkin dia lagi berfikir keras untuk mencari alas an atau alibi yang membenarkan perselingkuhannya itu)
“Ma!” papa minta maaf (terdengar sangat berat,keluar dari bibirnya)
Sesaat kemudian, aku tak mampu lagi menahan tangisku…………..bulir-bulir air mataku deras membasahi pipiku
Dia memindah tempat duduknya kesampingku, dia peluk aku dengan erat, dan lirih kudengar dia sekali lagi meminta maaf padaku…….
Hatiku sangat perihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Kalau diibaratkan teriris dengan pisau dan lukanya dikasih jeruk nipis mungkin lebih parah dari itu.
Beberapa saat kami terdiam dalam kepedihanku, kami tidak bicara ataupun bertengkar.
Sekuat tenaga aku lontarkan kata “kalau kamu memilihnya, aku akan pergi dan kita akan berpisah!” dan kalau kau memilihku, maka tolong tinggalkan dia dan hapus semua hal yang berhubungan dengan perempuan itu!”
“Ma…. Aku pasti memilihmu! Dan akan meninggalkan dia”
“Tapi bisakah aku meminta padamu, agar kamu lebih perhatian padaku?”
“Bisakah kamu lebih peduli dan hangat padaku”
“Aku ingin melihatmu merajuk padaku!”
“Aku ingin kamu memeluk dan menciumku tanpa aku memintanya!”
“Aku ingin merasakan kamu merayuku!”
Ya Alloh, hatiku bergetar dan kutatap suamiku yang duduk bersimpuh dikakiku
Aku tak mampu berkata-kata
Hanya air mata yang semakin deras dan tak mampu aku bending
Ternyata dia menginginkan hal yang sama, seperti yang aku inginkan
Ternyata dia juga kesepian
Ternyata dia mengharapkan aku lebih agresif kepadanya
Hal itu membenarkan ungkapan yang pernah aku dengar “ bila perlu jadilah pelacur bagi suamimu agar dia tidak melirik perempuan lain”
Sejak hari itu, aku mulai merubah kebiasaan ku
Aku sering kali mencuri-curi ciuman dari suamiku, sesekali merajuk memintanya memelukku dan mungkin aku sengaja berpenampilan seksi ketika lagi pingin mengajakknya ML. Kadang sengaja aku selipkan pesan nakal ditasnya, sebelum dia berangkat kerja…….. dan ketika dia membacanya…dia langsung menelponku
I LOVE U My Dear,
Walaupun luka itu tak pernah sembuh, tapi aku bersyukur. Karena penghianatan itu mampu membuka mata hati kami untuk lebih jujur terhadap pasangan kami.

Alloh SWT selalu punya rencana indah untuk umat yang mencintai Nya.

ORIGINAL BY NIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for U