Kamis, 03 November 2016

CINTAKU, KUBAWA SAMPAI MATI

DEAR, Bunda Nia

            Maafkan aku karena mengusik kesibukannku dengan rintihan hatiku. Sudah tak terhitung aku mengaduh padamu. Setelah surat ini engkau terima, aku tidak yakin mampu menulis lagi surat berikutnya untukmu.
Seperti yang lalu-lalu, aku selalu bercerita padamu, tapi disurat terakhir ini aku akan memperkenalkan diriku kembali, karena memang sudah cukup lama aku mengabaikanmu.
Aku Salimar, seorang perempuan bersuami dan memiliki 2 orang anak.
Dimasa mudaku (1977), Aku adalah bunga desa yang diperebutkan banyak laki-laki. 
Diusiaku yang belia (17 tahun) sudah berulang kali ada tamu yang mau meminangku untuk putra-putra mereka. 
Calon 1 seorang Insinyur,
Calon 2 seorang pegawai BUMN 
dan calon 3 pemuda kampung lulusan SD tetangga sebelah

Dan pilihan ortuku ku adalah pemuda kampung lulusan SD!!!!! 
"Dunia mau runtuh", kiamat rasanya aku mendengar keputusan yang dibuat ortu ku................................tapi apa daya, aku hanya seorang anak yang harus patuh dan tidak boleh mengecewakan mereka.

Tibalah hari pernikahanku...............semua berlalu dengan cepat.....................
Satu bulan pertama aku lalui tanpa kata.............tanpa teguran, tanpa bersinggungan apalagi malam pertama
(mungkin hanya mimpi bagiku)
Dengan sikapku yang sekeras batu karang, suamiku tidak pernah bergeming, 

Seperti hari-hari sebelumnya,
Dia selalu melakukan semuanya untukku. mulai masak, mencuci baju, belanja dapur, dan semua kewajiban ibu rumah tangga liannya, dia yang kerjakan.
Blom lagi klo aku merajuk minta dibelikan sesuatu,
Seperti pagi ini aku minta dia membelikan buah melon kesukaanku sambil ngancam, "Klo ndak dapat melon, ndak usa pulang!"
Siang ini hujan sangat deras....................sungai besar didepan rumah sudah hampir penuh
Jalan kampungku dari ujung keujung tak terlihat seorangpun lewat
Aku mulai gelisah.....................berkali-kali aku mondar mandir diruang tamu sambil sesekali melongok keluar jendela
Belum ada tanda-tanda dia mau  datang
Udara dingin perkampunganku membuat aku ketiduran dan terbangun saat aku dengar adzan sholat Ashar
Aku terkesiap dan melongok kepintu............dan masih sama, tidak ada tanda-tanda orang datang
Sesaat setelah aku selesaikan sholatku.............aku dengar sayup-sayup ada suara pintu diketuk
Aku berdiri dan berhambur menuju pintu..................eh dia sudah datang....badannya basah kuyup sambil memanggul sepeda anginnya yang sudah tak mampu berjalan karena jalan berbatu dan berlumpur
Bukannya memeluk atau menyambutnya dengan senyuman, tapi aku memaki-maki dia karena tak membawa yang aku pesan
Tapi sejak hari itu.............. hatiku mulai bergetar....benih cinta telah hadir tanpa aku sadari. Aku sering kwatir kalau dia tak kunjung datang dan rindu kalau dia tak menyapaku.
Setelah itu semua berjalan sangat manis.....................anak pertamaku lahir dan dua tahun kemudian hadir anak keduaku
Hidup begitu berwarna...walaupun kami hanya tinggal dikampung disudut perkotaan
Perekonomian semakin membaik....kami mampu membangun rumah dan mengisinya dengan perabot impianku,  yang salah satunya Televisi Tabung hitam putih (dijaman itu satu kampung hanya ada 2 orang yang memiliki)
Anak-anakku tumbuh dewasa......satu persatu mulai meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu dikota
Kami keluarga sukses dikala itu dan semua mengalir sesuai dengan keinginanku

Tiba disuatu masa dimana dunia sudah ada televisi layar datar, telepon genggam,dan barang elit lainnya.....disitulah kehidupanku mulai seperti neraka. 

Kamis 03 Oktober 2005, jam 07.00 WIB
"kring kring kring" bunyi telepon suamiku berdering, karena suamiku mandi,  aku berinisiatif untuk angkat telfonnya
"hallo." 3x aku ulang tapi tetap tidak ada jawaban...
10 menit kemudian ...."kling klung" bunyi pesan masuk, sejurus kemudian ponsel aku raih dan aku baca pesannya
"sayang hari ini aku tunggu dirumah ya!" spontan ponsel langsung aku banting

Duniaku telah hancur
Suami yang sangat mencintai dan kucintai telah memiliki perempuan lain
Sejak hari itu hidupku jadi neraka duniawi

Tiada hari tanpa pertengkaran
Keluarga besarku semua mendukungku, tapi itu tak membuat suamiku bergeming untuk meninggalkan perempuan pelacur itu
Kemarahan dan hatiku yang luka membawaku kedalam kehancuran
Aku sering keluar masuk rumah kyai, orang pintar untuk menyembuhkan suamiku akibat ilmu pelet perempuan sundal itu
Tapi penderitaanku tidak segera berakhir
Ketika harta benda uda mulai ludes, aku harus tetap bertahan untuk anak-anakku
Beberapa Aset aku jual untuk biaya hidup dan kuliah anak-anakku
Dipagi buta aku sudah harus bangun untuk mempersiapkan  jualanku
Kujalani profesi sebagai penjual kue keliling kampung hanya untuk sekedar menyambung hidup
Siang hari,aku mulai menjahit dan terkadang aku kerjakan sampai tengah malam
Suamiku sudah jarang pulang
Dia pulang hanya ketika butuh uang 

4 tahun telah berlalu
Anak-anakku sudah bekerja dan berkeluarga
Mereka tumbuh sebagai anak2 yang sukses

Aku bersyukur........................Alloh SWT masih memberikan surganya untukku
Mereka secara bergantian menjengukku 
Mereka datang dengan senyuman dan kebahagiaan
Sesaat aku mampu mengikis penat dan lara hatiku

Tiba ditahun 2012, berita besar menghancurkan puing-puing hatiku yang sudah terkoyak
Aku dinyatakan kena kanker 

Tak terhitung tempat pengobatan yang aku datangi
Tapi akhirnya aku harus menyerah 
Aku harus kemo 2kali sebulan

Badanku semakin lemah dan kurus
Rambutku yang hitam legam menjadi memutih dan akhirnya gundul
Kulitku yang putih bersih mulai keriput dan menghitam
kakiku sudah tak mampu memijak bumi dengan seimbang

Hari-hari aku lalui dengan penderitaanku 
Aku kesulitan memejamkan mata,karena seringkali rasa nyeri menyeruak datang ditengah tidurku

Aku hanya mampu menangis
Hatiku nyilu dan teriris
Penderitaanku ini seakan tak berujung
Suamiku tak sekalipun mau melihatku
Suatu sore sayup sayup kudengar pertengkaran anakku dengan ayah nya
Sambil menahan sakit yang luar biasa, aku coba lebih fakus mendengarkan mereka

Terlontar kata "Ibumu sangat bau,aq tidak kuat mencium baunya !" katanya saat menolak permintaan putrinya yang memintah dia masuk kamarku
Sekali lagi, aku ingin mati............ seakan tidak ada artinya hidup!
Orang yang aku cintai segenap hati telah mencampakkanku tanpa mau melihatku sama sekali

Tanpa terasa 3 tahun aku sudah membawa kanker dan luka hati ini bersamaku
Hari ini kalaupun tuhan memanggilku aku akan bersiap
Aku meminta putriku untuk selalu memandikakku dengan bersih
Mengganti balutan lukaku dengan rutin
Dan setiap  mau tidur,aku minta dia,meluruskankan kakiku
Selalu aku lantunkan doa dari Ayat-ayat suci Al-Quran yang mampu menenangkan hatiku dan berpasrah
Biar ketika tuhan memanggilku aku sudah siap menghadapNya

Sebelum aku tidak mampu melakukan apapun, akan aku torehkan penaku untukmu
Hidupku .............sudah terlalu berat untuk aku lalui
Air mataku sudah kering untuk bisa mengalir 
Hatiku sudah terlalu beku untuk menghibah
Namun sampai hari ini aku masih berharap suamiku mau menengokku
Akan aku sampaikan satu kata " I LOVE U "

Terima kasih telah mau mendengarku
My baby

Original By Nia






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for U